Home

15cent3com

KORUPSI

VS

PEMBANGUNAN NASIONAL 

           KORUPSI- selalu hangat untuk kita bicarakan dan selalu menarik perhatian publik, terutama dalam media massa baik lokal maupun nasional. Banyak para ahli juga mengemukakan pendapatnya tentang masalah korupsi ini. Pada dasarnya, ada yang pro adapula yang kontra. Akan tetapi walau bagaimanapun korupsi ini selalu merugikan negara dan dapat meusak sendi-sendi intgragri / kebersamaan bangsa. Tidak salah jika masyarakat mengatakan hakekat korupsi adalah “benalu sosial” yang merusak struktur pemerintahan, dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan yang dilaksanakan pada umumnya.

          Dalam prakteknya, korupsi memang sangat sukar bahkan hampir tidak mungkin dapat diberantas, oleh karena sangat sulit memberikan pembuktian-pembuktian yang eksak. Disamping itu sangat sulit mendeteksinya dengan dasar-dasar hukum yang pasti juga. Namun akses perbuatan korupsi merupakan bahaya latent ( tidak terlihat ) yang harus diwaspadai baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Jika kita berpikir semua budaya ( artefak/benda, aktifitas dan pola berfikir ) yang ada disekitar kita adalah produk masyarakat maka bisa dikatakan juga korupsi merupakan produk masyarakat. Korupsi menjadi produk dari sikap hidup satu kelompok masyarakat yang cenderung sadar atau tidak memakai uang sebagai standard kebenaran dan sebagai kekuasaaan mutlak. Sebagai akibatnya, kaum “koruptor” yang kaya raya dan para politisi korup yang berkelebihan uang bisa masuk ke dalam golongan elit yang berkuasa dan sangat dihormati. kebanyakan dari tentunya juga akan menduduki status sosial yang tinggi dimata masyarakat.

       Historis korupsi sudah berlangsung lama, sejak zaman Mesir Kuno, Babilonia, Roma sampai abad pertengahan dan sampai sekarang. Korupsi terjadi diberbagai negara, tak terkecuali di negara-negara maju sekalipun. Di negara Amerika Serikat sendiri yang sudah begitu maju masih ada praktek-praktek korupsi. Sebaliknya, pada masyarakat yang primitif dimana ikatan-ikatan sosial masih sangat kuat dan kontrol sosial yang efektif, korupsi relatif jarang terjadi.

       Tetapi dengan berkembangnya sektor ekonomi dan politik serta semakin majunya usaha-usaha pembangunan dengan pembukaan-pembukaan sumber alam yang baru, maka semakin kuat dorongan individu terutama di kalangan pegawai negari untuk melakukan praktek korupsi dan usaha-usaha penggelapan. Korupsi dimulai dengan semakin mendesaknya usaha-usaha pembangunan yang diinginkan, sedangkan proses birokrasi relaif lambat, sehingga setiap orang atau badan menginginkan jalan pintas yang cepat dengan memberikan imbalanimbalan dengan cara memberikan uang pelicin (uang sogok). Praktek ini akan berlangsung terus menerus sepanjang tidak adanya kontrol dari pemerintah dan masyarakat, sehingga timbul golongan pegawai yang termasuk OKB-OKB (orang kaya baru) yang memperkaya diri sendiri (ambisi material). Agar tercapai tujuan pembangunan nasional, maka melawan korupsi adalah harga mati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s