Home

PAJATI

Studi Kepercayaan Lokal Masyarakat Gombong

Dalam kehidupan beragama ternyata selain 6 agama yang di akui Negara Indonesia masih ada agama lain yang dianut sebagian masayarakat. Berbagai bentuk kepercayaan lokal ternyata masih ada sebagian masyarakat yang taat dan kukuh pada ajaran kepercayaan lokal mereka. Kepercayaan lokal tersebut membawa ciri khas kebudayaan masing-masing yang juga merupakan peninggalan dari leluhur-leluhur mereka. Namun bagaimana pemerintah menanggapi bentuk kepercayaan lokal, meski hanya 6 agama yang diakui namun itu bukan berarti para penganut kepercayaan okal kehilangan haknya sebagai warga negara Indonsia?. Berbagai program dan undang-undang sudah dibuat untuk mengatur hal tersebut. Salah satunya adalah penganut kepercayaan harus membentuk Paguyuban sebagai langkah pengorganisiran pemerintah terhadap kepercayaan lokal di Indonesia.

Kepercayaan di indonesiaPAJATI ( Paguyuban Jawa Sejati ) merupakan paguyuban yang anggotanya terdiri dari penghayat kepercayaan Ketuhanan Yang  Maha Esa. PAJATI berpusat di Jl. Sumatra No.9 Rt.02- Rw 09 Kelurahan Wonokriyo – Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Pengikut PAJATI mencapai 300 orang yang tersebar di beberapa Kota. Paguyuban ini sudah tercatat di kemtrian Kebudayaan tanggal 12 Desember 1998 dan kementrian Dalam Negeri Tanggal 5 Juni 2002.

  1. a.      Latar Belakang Berdirinya Paguyuban Jawa Sejati

Paguyuban Jawa Sejati atau PAJATI ini awalnya dicetuskan oleh Raden Mas Hadikusumo, pada tahun 1932 yang di beri nama KWN (Kelompok Warga Naluri atau Kawruh Naluri ). Raden Mas Hadikusumo adalah salah satu tokoh masyarakat yang selalu berjuang dan melawan untuk mengusir Belanda yang menjajah menjajah indonesia. Selain itu Raden Mas Hadikusumo juga salah satu tokoh pendiri negara, beliau berpesan pada Bung Karno jika negara sudah merdeka, negara harus berbudaya dan berlandaskan Pancasila. Karena perlawanannya terhadap bangsa Belanda. Raden Mas Hadikusumo ditahan seumur hidup di LP Cipinang Jakarta dan meninggal pada tahun 1942.

Setelah Raden Mas Hadikusumo meninggal KWN dilanjutkan oleh putranya yang bernama Raden Nurhadi. Tahun 1957 – 1958 mulai diadakan jimpitan guna mencukupi dan membangun kelompok. Hingga akhirnya tahun 1959 mulai dibangun Paguyuban.

Kemudian di tahun 1977, pihak paguyuban mendapat himbauan dari Pakem Kebumen untuk segera mengganti nama, karena kaki tangan R. Nurhadi waktu itu banyak yang tidak mentaati aturan yang sudah dibuat oleh R. Nurhadi sendiri. R. Nurhadi wafat tahun 1980.

Tahun 1981 paguyuban berganti nama menjadi PDN ( Paguyuban Djawa Naluri ). Penamaan PDN itu dibuat oleh HPK ( Himpunan Paguyuban Kepercayaan ) Provinsi Jawa Tengah, meskipun begitu sebernarnya nama itu juga merupakan usulan R. Nurhadi yang disampaikan pada ketua HPK waktu itu. Namun dalam keperjalanannya terjadi Pro dan kontra dalam tubuh PDN. Sehingga tahun 1987 PDN terbagi menjadi 2 kubu yang diketuai oleh Bapak Aswo Wikarto. Ketua 1 Raden Sumiar AH yang merupakan teman seperjuangan dari R. Nurhadi.

Sampai dengan tahun 1989. PDN yang diketuai Bapak Sumiar AH  dihimbau oleh Pakem Kebumen untuk berganti nama akibat dari perpecahan dalam kubu PDN yang menuntut perubahan identitas dari salah satu kubu, tanggal 18 Maret 1989 PDN dari Bapak Sumiar AH memilih membubarkan diri dengan tujuan agar suatu saat bisa mendirikan paguyuban lagi. Karena jika PDN memilih untuk dibubar paksa maka PDN tidak lagi memiliki kesempatan untuk berdiri lagi. Ketika mendirikan lagi paguyuban itu diberi nama PAJATI yaitu Paguyuban Jawa Sejati. Diresmikan tanggal 27 Oktober 1989 lalu tercatat di Kementrian Kebudayaan tanggal 12 Desember 1989 dan Kementrian Dalam Negeri tanggal 5 Juni 2002.

Bapak Sumiar AH wafat pada 15 Desember 1993. Atas permintaan para anggota  selanjutnya PAJATI dipimpin oleh Bapak Sanmardi yang hingga saat ini masih dan menjadi sesepuh dalam PAJATI.

.

  1. b.      Kitab Paguyuban Jawa Sejati

Kitab yang digunakan adalah kitab Tuhan Yang maha Esa, yaitu semesta alam ini yang merupakan ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Menurut PAJATI semua yang diciptakan Tuhan Maha Esa adalah petunjuk yang disediakan oleh tuhan utnuk diambil pelajaran oleh manusia. Dengan membaca semesta itu sama artinya membaca kitab Tuhan. Sehingga kitab PAJATI itu tidaklah seperti Injil, Taurat atau Al-Qur’an yang berbentuk tulisan atau buku.

Buku Pandam Pandoming Angurip adalah buku pedoman yang didalam terkandung nilai – nilai pokok yang ada didalam Paguyuban Jawa Sejati. Semua penghayat dalam paguyuban itu setidaknya memiliki buku pedoman Pandam Pandoming Aurip ini. Nilai – nilai pokok tersebut diantaranya :

  1. Pancasila
  2. Pembukaan UUD 1945
  3. Paugeran Budi Pakerti Luhur
  4. Panca Budi Baratha
  5. Pandam – Pandoming aurip

 

  1. c.       Pokok – Pokok Ajaran

Ajaran – ajaran yang terdapat dalam PAJATI, semua tetap berpedoman pada Ketuhanan Yang Maha Esa dan ciptaan – ciptaan Tuhan. Jika manusia berpikir dan mau membuka diri akan kebesaran karunia Tuhan akan ciptaannya disemesta alam. Salah satunya Manusia akan sadar bahwa manusia diciptakan dengan hati dan akal, seharusnya digunakan untuk menghidupi apa yang sudah diciptakan atau disediakan Tuhan, bukan untuk merusaknya.

Kejawen atau budaya jawa juga terlepas dari penafsiran manusia terhadap alam semesta. Tubuh manusia itu sendiri, jika ditafsirkan bisa memunculkan berbagai ajaran atau hikmah yang banyak sekali. Contohnya Hari dalam penanggalan Jawa seperti Pon, manis, pahing, wage, dan kliwon yang diambil dari panca indra manusia. Pon = Pencium (Hidung) Manis = Mata Pahing = Telinga, Wage = tutuk ( mulut ), Kliwon/sang rasa = hati/perasaan.

Kemudian Mawas diri, ( Mulad sarira angrosowani mring lakuning pepesten) yang artinya berani menjalakan apa yang dikodratkan Tuhan Yang Maha Esa. Menjalankan apa yang sudah di kodratkan ( nrimo ing pandum ). Manusia hidup didunia haruslah menjalani hidupnya sesuai kodratnya sebagai manusia yang berakal dan berhati. Kemudian seseorang yang sudah dilahirkan sebagai seorang laki – laki maka harus menerima dan menjalani hidup sebagai seorang laki – laki tidak boleh merubah untuk menjadi seorang perempuan, meskipun dihukum negara diperbolehkan namun itu sudah menyalahi apa yang sudah dikodratkan Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian ajaran untuk urusan kenegaraan yaitu :

  1. Pancasila
  2. Pembukaan UUD 1945
  3. Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI )
  4. Bhineka Tunggal Ika dan
  5. Bendera Sang Merah Putih

Dalam kehidupan kelima dasar itu haruslah terpenuhi, jika salah satu dasar tidak ada maka negara Indonesia tidak bisa berdiri dan tidak bisa menjadi negara kesatuan. Karena Indonesia adalah negara yang majemuk yang terdiri dari ribuan suku dan etnis yang tersebar di seluruh Bagian wilayah Indonesia.

 

  1. d.      Surga dan Neraka

Yang dimaksud dengan surga di dalam ajaran PAJATI ini adalah tempat yang membawa ketentraman . Sedangkan neraka adalah tempat yang menggelisahkan. Tetapi konsep surga dan neraka ini tidak berlaku untuk kehidupan di akhirat. Karena kehidupan di akhirat merupakan rahasia tuhan yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali tuhan.

Dosa merupakan istilah dari perasaan yang membekas dari perbuatan – perbuatan buruk yang dilakukan selama didunia. Dosa juga bisa diartikan dalam istilah masih jauh tetap terasa, Misalnya, pernah melakukan kesalahan terhadap orang lain, meski sudah jauh di tempat masing tetapi luka dihati masih ada, luka itulah yang disebut dosa karena secara lahir mungkin orang lain sudah menerima tetapi belum menerima secara batin. Jika manusia tidak bisa merevisi dosa dari perbuatannya maka manusia akan mendapat balasannya atau karma, bisa langsung pada manusia itu sendiri atau keturunannya dimasa yang akan datang. Begitu pula dengan amal kebaikan/ pahala, suatu saat manusia pasti akan mendapatkan balasan kebaikan pula atau istilah jawanya Sapa nandur bakal ngunduh.

  1. e.       Alat Kelengkapan

Alat – alat yang digunakan dalam beribadah/semedi antara lain sebagai berikut :

  • Tikar / alas
  • Pakaian bersih
  • Iket / Blangkon
  • Sesaji
  • Kemenyan

Dalam bersemedi biasanya alat yang digunakan tidak mengharuskan untuk diada-adakan, disesuaikan dengan kebutuhan, dan kemampuan. Namun untuk beribadah yang ditujukan untuk meminta sesuatu/ sedang berhajat maka harus ada sesaji atau kemenyan. Karena jika meminta sesuatu kita juga harus mau berkorban sebagai tanda kesungguhan.

Kemudian tempat/lokasi yang digunakan untuk bersemedi bersama saat diadakannya perkumpulan, yaitu Sanggar Wono Marto / sanggar Eko Kapti. Sanggar ini di bangun tahun 1959 pada masa R.Nurhadi. Biasanya sanggar ini digunakan untuk melakukan semedi maupun muju semedi, dan pada malam Jum’at Pahing PAJATI rutin melakukan ritual semedi disanggar bersamaan dengan acara perkumpulan PAJATI di rumah Bapak Sanmardi yang jaraknya kira-kira 25 meter dari sanggar.

DSCN0636

Gambar 1. Sanggar Wonomarto / Eko Kapti

 

PAJATI

Gambar 2. Simbol PAJATI

 

Makna Simbol PAJATI

  1. Bentuk latar Persegi Empat : Penafsiran 4 elemen, bumi, air, api dan angin.
  2. Warna kuning : Ketuhanan Yang Maha Esa

 

Pandji Asmoro ( Membangun Cinta )

  1. Bintang 9 : jumlah dari 2mata, 2 telinga, 2 lubang hidung, 1 mulut, dubur dan kelamin.
  2. Ujung bintang 9 Lancip :ketajaman yang harus dijaga dan digunakan sebagai mana mestinya agar tidak membawa kehancuran pada manusia
  3. Warna Ungu : Kebangkitan, manusia lahir, dewasa, dan tua agar manusia selalu berkembang dan bangkit.
  4. Lingkaran : kesatuan / bersatu
  5. Hitam dan Putih : keseimbangan, agar tidak berlebihan dalam segala urusan.

Makutha ( Menjaga )

  1. Warna Hijau : disukai banyak orang dan dekat dengan sesama hidup.
  2. Bentuk api obor : Selalu berkobar usaha dan ajaran Ketuhanan
  3. Tulisan Jawa : identitas PAJATI

 

  1. f.        Cara Beribadah

Cara beribadah dalam kehidupan sehari – hari para pengikut penghayat melakukan ritual yang disebut Semedi atau mengheningkan cipta. Tempat pelaksanaan bisa dilakukan di dalam rumah masing – masing anggota dan waktunya adalah sebelum dan sesudah tidur atau sewaktu-sewaktu ( terdesak / ada hajat ). Sebelum tidur biasanya antara pukul 21.00, sesudah tidur biasanya pukul 06.00 pagi. Adapun Doa Rahayu yang disampaikan dalam semedi yaitu sebagai berikut : “Gusti kang maha agung kula maturnuwun sanget gandheng kula pinaringan wujud gesam ing dunia lan pinaringan sak kamudyanipun lan kula pasrah  gandheng kula mboten gadah kuasa menapa – menapa namung lumampah satuduh, mugiyo kula ketedahno murgi ingkang leres, niat insun nucekaken tekad insun tumuju mring Gusti Kang Maha Agung, mugiyo kula sageto manunggal, manunggal Gusti Kang Maha Agung ”. Setelah mengucap dilanjutkan dengan meditasi. Setelah usai medetasi kemudian mengucapkan doa “ mugi – mugi sembah sungkem kula keanggepo lan kula nyuwun agunging pangapunten sekatahing dosa kula. Kula nyuwun wilujeng awal dumugi ing akhir ”.

Khusus semedi yang dilakukan untuk meminta petunjuk, atau sesuatu karena ada keperluan Hajat dan sebagianya, prosesinya lebih lengkap baik alat maupun mantra, disesuaikan dengan maksud dan tujuan. Semedi dalam konteks ini disebut Muju Semedi, yaitu Semedi untuk meminta sesuatu/keinginan.

.

  1. g.      Kegiatan / Ritual Paguyuban Jawa Sejati

Kegiatan Perkumpulan

Di Kebumen, terdapat acara rutin pertemuan setiap hari minggu di Buayan dan mengadakan Semedi bergilir yang dilakukan 15 hari sekali tepatnya malam kamis yang bergilir dengan di ikuti arisan. Kemudian setiap malam Jum’at Paing semedi rutin yang dilaksanakan di pusat PAJATI. Selain kegiatan peribadatan diadakan juga pertemuan yang lain yang menyangkut kekuatan dan pertimbangan PAJATI seperti tentang ekonomi yaitu simpan pinjam yang diadakan setiap tanggal 5, dan perdagangan Tembakau setiap tanggal 20.

Di Cilacap diadakan setiap hari Minggu manis dirumah Bapak Hadikarta. Pertemuannya membahas ajaran ketuhanan dan kekuatan ekonomi karena kedua hal itu harus bisa berjalan bersama.

Adapun ritual yang dilakukan dalam menyambut beberapa hajat kehidupan diantaranya :

Kelahiran  , biasanya yang menggunakan prosesi adat adalah pemberian nama si bayi, tujuanya adalah sebagai saran keselamatan untuk si bayi itu sendiri. Dibuatkan nasi tumpeng dan  bubur abang putih, Nasi tumpeng dimaksudkan agar si bayi bersatu dan berdiri kokoh, hidup dikalangan orang banyak. Kemudian bentuknya yang lancip keatas menunjuk Tuhan Yang Maha Esa. Bubur abang – putih dibuatkan untuk memberkati Saudaranya saat di alam kandungan ( Ari – ari, rahim, usus dan cairan kemih )  yang selalu menemani di siang dan harinya. Supaya hormat dengan orang tua, dan bagi negara agar si bayi kelak tidak kehilangan sang merah putih.

Pernikahan, dalam adat PAJATI ada runtutan dan syarat yang harus dilakukan ketika akan melaksanakan prosesi pernikahan. Runtutan itu di jabarkan sebagai berikut :

  1. 1.      Pihak laki – laki dan perempuan harus saling kenal dan selanjutnya suka sama suka.
  2. 2.      Pihak laki – laki memberitahu orang tua tentang  perempuan yang disukanya.
  3. 3.      Orang tua laki – laki datang ke rumah kediaman si perempuan bertemu dengan orang tuanya  untuk keperluan melamar.
  4. 4.      Menunggu jawaban, jika disetujui maka menentukan hari pernikahan dengan menggunakan tanggalan jawa,  tujuannya adalah agar yang akan menjadi pasangan bisa selamat dan langgeng. Disesuaikan dengan pajek wesi yaitu tanggal yang bertentangan dengan hari kelahirannya dan tanggal tersebut tidak boleh digunakan untuk membuat acara. Jika sudah barulah diikuti dengan perhitungan bulan, karena setiap bulan memiliki hari tertentu yang tidak boleh digunakan untuk berhajat.
  5. 5.      Laporan ke pemuka dan sipil
  6. 6.      Persiapan h-7 mbesan dll
  7. 7.      Ijab dengan cara adat doa penanaman pengantin
  8. 8.      Selesai sah kemudian mendapat surat nikah kepercayaan dari pemuka adat dan segera mencatatkan diri ke kantor sipil.

Dalam adat tidak dikenankan menggunakan mas kawin, karena khawatir, mas kawin tersebut diartikan sebagai pembayaran perempuan yang dijua dan dibeli oleh laki-laki

Kematian. Jenazah dimandikan, kemudian dipakaikan kain mori putih 3 sap ( lembar ) mori putih menlambangkan kesucian. Kemudian dimasukan kedalam peti. Bagian atasnya dibuka lalu di lakukan sembahyang untuk jenazah ( meditasi ). Setelah itu peti diangkat untuk diberangkatkan ke kuburan. Sebelum di bawa ke makam dibacakan mantra janji janji jasmani dan janji rohani agar pulang kepada asal-usulnya dan tidak menggangu yang hidup. Kemudian berangkat dan dikubur di makam, dengan posisi kepala di arah utara. Kemudian setelah itu pihak keluarga mengadakan peringatan 3 hari, 7hari, 100 hari, 1 tahun, 2 tahun, terakhir 1000 hari.

  1. h.      Tokoh Pendiri
    1. 1.      Raden Hadikusumo

Raden Hadikusumo adalah pencetus pertama dari ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa, dan paguyuban pertama diberi nama KWN ( Kelompok Warga Naluri / Kawruh Naluri ) tahun 1932. Salah satu tokoh yang melawan dan mengusir Belanda, wafat tahun 1942.

  1. 2.      Raden Nurhadi

Setelah Raden Mas Hadikusumo meninggal KWN dilanjutkan oleh putranya yang bernama Raden Nurhadi. Wafat tahun 1980

  1. 3.      Raden Sumiar AH

R. Sumiar AH merupakan teman seperjuangan dalam PDN, dan meneruskan perjuangan perjuangan R. Nurhadi. Wafat 15 Desember 1993.

 

  1. i.        Sasaran dan Penyebaran

Sasaran PAJATI

anggota PAJATI itu adalah setiap mereka yang dapat memenuhi syarat menjadi anggota PAJATI.

Syarat – syarat menjadi anggota PAJATI:

  1. Warga negara Indonesia baik pria, wanita maupun anak-anak.
  2. Menerima anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PAJATI.
  3. Sanggup menjalankan ketentuan-ketentuan paguyuban sebagaimana diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta paguyuban yang lainnya.
  4. Mengajukan permohonan untuk menjadi anggota baik tertulis maupun lisan.
  5. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Peraturan yang lain artinya masuk kepada PAJATI, agama dalam KTP harus kosong tidak berlaku jika Agama di KTP tertera agama seperti Islam, Kristen dll sesuai dengan undang – undang no 23 tahun 2002.

Penyebaran . Lokasi penyebaran dari Paguyuban Jawa Sejati saat ini adalah Ciamis, Cilacap dan Kebumen. Dengan jumlah pengikut kurang lebih 500 orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s